A RELEVANSI PEMIKIRAN AL-KASB ASY-SYAIBANI TERHADAP DINAMIKA PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA
Keywords:
Al-Kasb, Asy-Syaibani, Gender, Fikih KeluargaAbstract
Penelitian ini mengkaji relevansi konsep al-kasb Asy-Syaibani terhadap dinamika peran gender dalam rumah tangga Muslim. Al-kasb dipahami sebagai kewajiban individual (fardhu ‘ain) bagi setiap Muslim untuk bekerja secara halal, tanpa membedakan jenis kelamin. Penafsiran fikih keluarga klasik menempatkan kewajiban nafkah secara khusus pada suami, sedangkan peran istri lebih terfokus pada ranah domestik. Konsepsi ini lahir dari kebutuhan sosial-historis masyarakat patriarkal, sehingga menimbulkan pembagian peran yang kaku antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis karya-karya Asy-Syaibani dan literatur fikih serta studi gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-kasb secara normatif bersifat universal, tetapi interpretasi fikih klasik cenderung patriarkal. Dalam konteks kontemporer, konsep al-kasb dapat menjadi dasar untuk menafsirkan ulang pembagian peran gender dalam rumah tangga secara lebih adil, dengan tetap menempatkan kewajiban nafkah pada suami sekaligus mengakui kontribusi produktif perempuan.
Kata kunci: Al-Kasb, Asy-Syaibani, Gender, Fikih Keluarga